Sulitnya Menetralisir Rasa

Percakapan yang terjadi minggu ini, ternyata masih membuatku sakit dan perih. Ini cerita sebuah pengakuan yang telah ku lakukan untuk kedua kalinya. Aku kembali menjadi wanita bodoh yang terdikte oleh perasaan. Aku menulis inipun untuk meluapkan kekesalanku yang sudah mlampaui batas mengkhawatirkan. Aku tak tahan…

Memaknai ‘Orang yang Tepat’

Terima Kasih

Mencoba memeras otak untuk berpikir dan menulis. Berawal dari ide gila bersama teman dekatku, Ndul, begitulah aku biasa memanggilnya, untuk pergi ke kampus di Hari Raya Umat Hindu ini. Berbekal beberapa batang coklat choki-choki dan sebotol air mineral kita mencoba menikmati suasana hati kita masing-masing. Duduk dibawah gedung Rektorat, diiringi dengan suara gemericik aliran Sungai [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.