Mencoba memeras otak untuk berpikir dan menulis. Berawal dari ide gila bersama teman dekatku, Ndul, begitulah aku biasa memanggilnya, untuk pergi ke kampus di Hari Raya Umat Hindu ini. Berbekal beberapa batang coklat choki-choki dan sebotol air mineral kita mencoba menikmati suasana hati kita masing-masing. Duduk dibawah gedung Rektorat, diiringi dengan suara gemericik aliran Sungai Brantas.
Sesungguhnya, aku tak berkeinginan menulis apapun. Hanya ingin menepis rasa sendu yang akhir-akhir ini menguasai hatiku. Memaksa hati dan pikiran untuk mulai mengerjakan skripsi, sulit sekali. Sepertinya aku harus melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan semangatku yang tercecer, berantakan.
Aku awali dengan kembali meramaikan blogku yang sepi. Tak peduli, jika aku hanya menulis kisah-kisah sampah yang tak berguna saat dibaca orang lain. Entahlah, aku hanya berupaya merekondisikan hatiku dengan cara apapun, salah satunya dengan bercerita melalui blog.
Nasihat temanku seputar tulisan-tulisanku cukup membantu. Ya, ku anggap hari inilah titik balik dalam kehidupanku. Aku masih berupaya menormalkan kadar rasaku. Aku tak ingin menyekat bayangnya disudut hatiku yang sepi. Apalagi berkeinginan menculiknya, membunuhnya, memasukkannya dalam peti, dan sesekali menatapnya lekat jika ku ingin.
Apa yang terjadi padaku saat ini adalah karena DIA. Karena makhluk bernama laki-laki yang saat ini belum bisa ku percayai hati dan perkataannya. Di satu sisi, aku sangat menginginkan rasa itu, namun disisi lain, rasa itu membuat sisi lemah wanitaku menggeliat jalang. Bukannya aku sok suci dan menobatkan diriku sebagai wanita sempurna, aku hanya merasa harus berupaya mengendalikan dan mengkondisikan perasaanku saja.
Pada akhirnya, aku menyadari bahwa aku telah kehilangan waktu, dan terbuang sia-sia. Terima kasih untuk setiap mili kebahagian yang ku rasakan, dan aku sangat menikmatinya. Terima kasih untuk setiap tetes perhatian yang kau berikan, dan aku merasa sangat terlindungi. Terima kasih untuk setiap kata pujian yang kau utarakan, dan aku merasa sangat tersanjung. Terima kasih, hanya itu yang mampu ku bahasakan untukmu.
Filed under: Uncategorized