Memaknai ‘Orang yang Tepat’

Setelah sekian lama tak menulis apapun, ku putuskan untuk kembali ngeblog dengan cerita-cerita yang entah, apakah ada manfaatnya saat ku tuangkan dalam tulisan ini?!

Saat menjalin kedekatan dengan seseorang, terkadang aku selalu beranggapan bahwa akulah orang yang tepat untuk dirinya, tanpa memaknai kembali apa sesungguhnya maksud dari ‘orang yang tepat’ itu. Hal ini bermula dari informasi seorang temanku, tentang seseorang yang pernah singgah di hati ku, meski hanya dalam hitungan beberapa bulan.

Saat itu, temanku tanpa sengaja bertemu dengan kekasih mantanku (sesungguhnya terasa asing menyebut istilah ini) saat ini. Dari cerita yang dipaparkan temanku, kudapati dirinya sebagai pria yang menyenangkan dan berkepribadian baik. Padahal, sebelumnya kesan itu tak muncul saat dirinya menjalian hubungan denganku. Ya, hubungan yang hambar dan membosankan.

Ia menjelma menjadi seorang pendengar yang baik, pengertian, dan juga tak membosankan tentunya. Saat itu, beberapa pertanyaan dan asumsi muncul dibenakku. Ada rasa kecewa yang menyeruak perlahan. Kecewa karena sikap baiknya tak pernah ku rasakan dahulu, kecewa karena ku tak bisa merasakan leputan rasa itu saat masih bersamanya dulu dan kecewa karena kekasihnya saat ini bukanlah AKU.

Namun, dibalik rasa kecewa dan cemburu yang perlahan mengusik, aku meyakini sesuatu. Aku bukanlah orang yang tepat bagi dirinya. Meski saat itu aku merasa diriku sebagai malaikat, tapi ia justru melihat aura negatif dalam diriku. Pada akhirnya aku menyadari sesuatu. Seseorang yang dekat atau tengah bersama kita, belum tentu ia adalah orang yang tepat. Walaupun ketika ditanya tentang ukuran bagaimana menjadi ‘orang yang tepat’ aku hanya bisa mengedikkan bahu, aku juga tidak tahu.

Sesungguhnya, aku tak perlu menyesali apa yang telah terjadi. Mau tak mau, aku harus turut bersyukur seputar perubahan sikapnya. Begitu juga dengan diriku, akupun selalu menantikan sosok yang tepat itu. Siapa?! Akupun tak tau. Yeah, I wish the right man in the ring time.

2 Tanggapan

  1. Amiin….
    masih banyak pria yg menantikan cintamu. ehm..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.